Halo, Sobat PS!
Jayapura, 23 November 2024 – Dalam upaya memperluas manfaat Perhutanan Sosial bagi masyarakat, Menteri Kehutanan menyerahkan Salinan SK Perhutanan Sosial kepada empat kelompok masyarakat pengelola hutan di Provinsi Papua. Penyerahan ini mencakup total area seluas 4.120 hektar, yang akan memberikan akses kelola kepada 103 Kepala Keluarga.
Empat kelompok penerima tersebut adalah:
1. LD Kibay, Kab. Keerom – 930 hektar
2. LPHD Armopa, Kab. Sarmi – 1.076 hektar
3. LD Uskwar, Kab. Keerom – 1.364 hektar
4. LPHD Imsar, Kab. Jayapura – 750 hektar
Hingga November 2024, program strategis nasional ini telah berhasil mendistribusikan 8,1 juta hektar areal Perhutanan Sosial kepada 1,3 juta Kepala Keluarga di seluruh Indonesia, termasuk 1,7 juta hektar di wilayah Papua. Di Provinsi Papua sendiri, sebanyak 159.316 hektar telah dikelola oleh masyarakat melalui 80 unit persetujuan, memberikan dampak langsung kepada 13.596 Kepala Keluarga.
Dalam agenda kunjungan ini, Menteri Kehutanan yang didampingi oleh Dirjen Perhutanan Sosial, Dirjen PDASRH, Dirjen KSDAE, Direktur PUPS, dan Kepala Balai PSKL Wilayah Maluku Papua, juga menyaksikan potensi hasil hutan masyarakat. Di Kampung Imsar, Distrik Nimboran, hasil seperti sagu, kakao, panili, hingga teh gaharu menjadi bukti nyata bagaimana Perhutanan Sosial mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Turut mendampingi dalam kunjungan ini: Edward Sembiring, S.Hut., M.Si. (Kepala P3E Papua); Atanasius Guntara Martana, S.Hut., M.H (Kepala BBKSDA Papua); Acha Anis Sokoy, S.Hut. (Kepala Balai TN Wasur); Safruddin Jen, S.Hut, M.M. (Kepala Balai PHL Wilayah XV Jayapura); Sofyan, S.Hut., M.Sc. (Kepala Balai PKHTL Wilayah X Jayapura); Manuel Mirino, S. Hut (Kepala Balai TN Lorentz); Ojom Somantri, S. Hut. T., M. Sc (Kepala Balai PSKL Wilayah Maluku Papua) beserta staf; serta Nelson Kaimana, S. Hut, M. Si (Kepala Sekwil III Balai PSKL Wilayah Maluku Papua) beserta staf.
Selain itu, peninjauan dilakukan ke lokasi rehabilitasi DAS di Nambon Mamei, Distrik Kemtuk, yang menjadi wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian hutan. Menteri juga mengunjungi kelompok budidaya anggrek “Dambu Kahbray” di Kampung Dosay, yang berhasil memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Dengan keberlanjutan program ini, pemerintah berharap dapat menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan kehilangan keanekaragaman hayati, sekaligus menciptakan warisan hutan lestari bagi generasi mendatang.
Kunjungan kerja Menteri Kehutanan memberikan semangat bagi masyarakat untuk semakin berkarya demi kelestarian hutan dan kesejahteraannya. Salam Perhutanan Sosial!



